SEGERALAH TURUN: PANGGILAN YESUS UNTUK HIDUP YANG DIPULIHKAN
Khotbah ini mengupas makna mendalam dari Lukas 19:5, ketika Yesus berkata kepada Zakheus, “Segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu.” Melalui peristiwa ini, kita diajak untuk melihat kasih Yesus yang mengenal nama setiap orang, panggilan untuk segera merendahkan diri, serta anugerah yang datang tanpa syarat. Khotbah ini meneguhkan iman dan mengajak pendengar untuk membuka hati agar Yesus berdiam di “rumah” kehidupan kita dan membawa pemulihan sejati.
Teks: Lukas 19:5 – “Zakheus, segeralah turun, sebab
hari ini Aku harus menumpang di rumahmu.”
Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan,
ayat ini adalah salah satu momen paling indah dalam
Injil Lukas. Di tengah keramaian kota Yerikho, Yesus menghentikan langkah-Nya,
menatap ke atas pohon ara, dan menyebut nama seorang laki-laki yang selama ini
dibenci banyak orang: Zakheus. Bukan hanya menyebut namanya, Yesus juga
berkata, “Segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu.”
Kalimat ini tampak sederhana, tetapi sesungguhnya
mengandung makna rohani yang dalam. Di dalamnya ada panggilan kasih, tindakan
anugerah, dan janji pemulihan.
1. “Zakheus” — Yesus mengenal nama kita
Perhatikan, Yesus tidak berkata, “Hai orang di atas
pohon itu,” tetapi memanggil Zakheus dengan namanya sendiri. Ini menunjukkan
bahwa Yesus mengenal dia secara pribadi. Dalam pandangan masyarakat, Zakheus
hanyalah seorang pemungut cukai—pendosa, penipu, kolaborator penjajah Romawi.
Namun bagi Yesus, ia adalah pribadi yang berharga.
Ini mengingatkan kita bahwa Allah mengenal nama
kita. Dalam Yesaya 43:1 dikatakan, “Jangan takut, sebab Aku telah menebus
engkau, Aku telah memanggil engkau dengan namamu, engkau ini kepunyaan-Ku.”
Saudaraku, betapa luar biasanya ketika Yesus
memanggil nama kita di tengah keramaian hidup ini—seolah Ia berkata, “Aku tahu
siapa engkau, Aku tahu lukamu, Aku tahu kerinduan hatimu.”
2. “Segeralah turun” — Panggilan untuk bertindak
segera
Kata “segeralah turun” (dalam bahasa Yunani speusas katabe
berarti bergegas turun) bukan sekadar perintah fisik, tetapi undangan untuk
merendahkan diri. Selama ini Zakheus berada di atas, secara harfiah dan
simbolis—ia kaya, berkuasa, dan merasa lebih tinggi dari orang lain. Tetapi
untuk bertemu Yesus, ia harus turun.
Begitu pula kita. Kadang-kadang kita terlalu
“tinggi” oleh karena kesombongan, prestasi, atau dosa yang kita pertahankan.
Yesus berkata, “Turunlah.” Artinya: rendahkan hatimu, akui kelemahanmu, dan
biarkan Aku masuk.
Perintah “segeralah” juga menunjukkan urgensi
panggilan Yesus. Ia tidak berkata,
“Nanti saja kalau kau sudah siap,” tetapi “hari ini.” Banyak orang
menunda-nunda pertobatan dengan alasan belum waktu, tetapi kesempatan ilahi tidak
selalu datang dua kali. Ketika Yesus memanggil, responilah segera.
3. “Hari ini Aku harus menumpang di rumahmu” — Kasih
yang datang tanpa syarat
Yesus tidak berkata, “Aku akan menumpang kalau
engkau bertobat dulu,” tetapi Ia berkata, “Hari ini Aku harus menumpang di
rumahmu.”
Kata “harus” (“dei” dalam bahasa Yunani) menunjukkan
kehendak ilahi. Ini bukan kebetulan, tetapi misi kasih Allah yang terencana.
Yesus ingin menunjukkan bahwa kasih Allah datang
lebih dulu sebelum perubahan terjadi. Zakheus tidak lebih dulu berubah, tetapi
karena kasih itu datang, hidupnya pun berubah. Inilah anugerah sejati: kasih
yang mendahului pertobatan.
Bagi banyak orang, rumah Zakheus adalah tempat yang
kotor oleh uang haram dan keserakahan. Tetapi bagi Yesus, itu adalah tempat
yang Ia pilih untuk menjadi tempat tinggal kasih dan pemulihan.
Saudaraku, tidak ada rumah yang terlalu kotor untuk
Tuhan datangi, tidak ada hati yang terlalu jauh untuk dijamah kasih-Nya.
4. Hasilnya: Hidup yang berubah
Setelah perjumpaan itu, Zakheus berkata, “Tuhan,
setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin, dan sekiranya ada
sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat.” (Lukas
19:8).
Pertemuan dengan Yesus mengubah hatinya, lalu
mengubah tindakannya.
Perubahan sejati selalu dimulai dari dalam.
Begitu pula hidup kita—jika Yesus sudah “menumpang
di rumah” hati kita, maka Ia akan menata ulang segalanya: hubungan kita,
keuangan kita, cara kita bekerja, dan bahkan pandangan kita terhadap sesama.
Penutup
Saudaraku, mungkin hari ini engkau seperti
Zakheus—mencari-cari Yesus dari jauh, tapi belum berani membuka hati sepenuhnya.
Dengarlah suara-Nya berkata,
“Segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang
di rumahmu.”
Jangan tunda. Biarkan Yesus masuk, dan lihatlah
bagaimana Ia mengubah hidupmu dengan kasih yang tidak bersyarat.
Amin.
Komentar
Posting Komentar